Tampilkan postingan dengan label muntah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muntah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Kelainan yang normal


Buang air sering pada anak yang minum ASI

Bayi yang minum air susu ibu (ASI) eksklutif, yakniASI tanpa tambahan apapun, frekuensi buang air besar sangat sering, dapat sampai 6-10 kali per hari, bahkan lebih. Hampir setiap kali minum ia buang air besar. Tinjanya cair, atau bahkan disertai air, berwarna kuning muda, sering berbiji-biji.

Sebagian orang tua menganggap atau khawatir bahwa bayinya diare. Selamanya, selama tidak ada gejala lain, minum ASI kuat, tidak muntah, tidak demam, prilakunya normal, ini adalah hal yang normal. Keadaan tersebut terutama terutama terjadi pada minggu-minggu pertama; lama-kelamaan frekuensi buang air besarnya semakin berkurang. Sebaliknya bayi yang hanya minum susu formula frekuensi buang air besarnya jarang, kadang hanya  1 atau 2 sehari, bahkan dapat terjadi sembelit.

Bersin dan mengeliat

Pada saat bayi kontrol pertama sekitar usia 2 minggu, banyak ibu yang menhawatirkan bayinya yang sering bersin-bersin (diduga pilek) atau menggeliat berkali-kali. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan bersin dan menggeliat itu. Keduanya adalah hal yang normal dan terjadi pada setiap bayi; ada yang sekedarnya, namun ada pula yang sering. Aktivitas tersebut sekedar merupakan tanda bahwa refleks bayi sedang berkembang. Tidak jarang pula tangannya gemetar. Kebiasaan bersin, menggeliat, dan gemetar ini dapat berlangsung selama satu sampai dua minggu, dan secara berangsur-angsur berkurang kemudian menghilang.

Mata berair

Tidak jarang mata bayi (satu atau keduanya) tampak berair an mungkin sedikit kotor. Keadaan tersebut normal, yang disebabkan oleh karena saluran air mata yang belum berfungsi sempurna. Bila hanya tampak ringan anda tak perlu khawatir, ia akan hilang dengan sendirinya, bakhan mungkin sampai berbulan-bulan. Namun apabila kelihatan berlebihan, terutama kotoran matanya banyak dan lengket, anda perlu konsultasi ke dokter, yang akan menentukan apakah perlu diberikan pengobatan.

Nafas berbunyi

Nafas bayi yang berbunyi ‘grok-grok’ akan menyebabkan orang tua khawatir. banyak orang yang mengira bahwa ini adalah tanda bayi pilek, yang lebih buruk adalah menduga bahwa bunyi grok-grok tersebut terjadi karena dokter atau bidannya dulu kurang bersih menghisap mulut atau saluran nafas bayi waktu bayi baru lahir.

Memang banyak bayi yang bunyi nafasnya ‘grok-grok’ terutama menjelang pagi hari. Penyebabnya tidak lain oleh karena rongga hidung bayi masih sempit, terutama bila udara dingin. Jadi ini bukan tanda bahwa bayi pilek. Juga tidak ada hubungannya dengan penghisapan jalan nafas yang kurang bersih pada saat bayi baru lahir. Bahkan sebagian bidan ‘terlalu bersih’ dalam menghisap jalan nafas bayi baru lahir. Sebenarnya yang diperlukan adalah membersihkan lendir, darah, atau air ketuban dalam rongga mulut dan hidung, tidak perlu samapai ke saluran nafas. Cairan dalam paru bayi baru lahir adalah normal, dan akan diserap dengan sendirinya oleh paru bayi dalam beberapa jam. Bila kita memasukkan selang atau kateterpenghisap dalam-dalam, dan kemudian tampak cairan yang bercampur lendir keluar, sebenarnya yang keluar adalah isi lambung, karena kateter tidak masuk dalam saluran nafas tetapi ke dalam lambung.

Bersumber dari : dokteranakku.com

Kamis, 28 Juni 2012

8 Tanda Bayi Sedang Sakit


Jakarta, Bayi yang berusia di bawah 6 bulan tidak dapat menunjukkan bahwa dirinya sedang berada dalam kondisi tidak sehat. Oleh karena itu, Anda harus lebih peka terhadap kondisi tertentu pada bayi yang mungkin dapat menandakan gejala suatu penyakit.

Berikut 8 tanda bahwa bayi sedang sakit, seperti dilansir dari sheknows, Selasa (26/6/2012) antara lain:

1. Demam

Demam bukanlah merupakan penyakit tetapi respon bayi terhadap penyakit tertentu atau yang paling umum adalah infeksi. Segera hubungi dokter jika bayi Anda yang masih berusia kurang dari 3 bulan mengalami demam dengan suhu di atas 37 derajat Celcius, atau jika bayi Anda berusia antara 3-6 bulan dan memiliki suhu di atas 38 derajat Celcius.

Bahkan jika suhu tubuh bayi lebih rendah dari pedoman tersebut tetapi muncul tanda-tanda seperti ruam, lekas marah, kesulitan bernapas, leher kaku, muntah atau diare persisten, segeralah memeriksakan kondisi bayi ke dokter.

2. Dehidrasi

Dehidrasi bisa terjadi jika pola pemberian ASI buruk, demam, lingkungan yang panas, muntah atau diare persisten. Anda dapat mengenali dehidrasi pada bayi melalui mulut dan gusinya yang kering, jarang pipis, tidak mengeluarkan air mata ketika menangis atau ubun-ubunnya sedikit tenggelam. Jika Anda berpikir bayi Anda mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter.

3. Diare

Kondisi ini umum pada bayi, tetapi segera periksakan kondisi bayi ke dokter jika ada darah dalam tinja bayi, buang air besar lebih dari enam kali sehari dan tinja yang berair.

4. Muntah

Muntah pada bayi atau yang dikenal dengan 'gumoh' mungkin tidak serius jika itu terjadi hanya sekali atau dua kali. Namun, jika hal itu sering terjadi berulangkali, mengandung darah, muntahan berwarna hijau atau jika bayi tampak dehidrasi, segera hubungi dokter.

5. Kesulitan bernapas

Jika bayi Anda mengalami kesulitan bernapas, Anda harus segera menghubungi dokter. Tanda-tanda kesulitan bernapas adalah bayi bernapas lebih cepat dari biasanya, bayi terlihat seperti mendengus ketika menghembuskan napas dan bibir atau kulit bayi berwarna semburat kebiruan.

6. Pusar dan penis berwarna merah, keluar cairan atau perdarahan

Jika pusar bayi atau penis berubah warna menjadi merah, kemudian terjadi pendarahan, segera hubungi dokter. Hal ini adalah tanda-tanda infeksi.

7. Ruam

Ruam sangat umum terjadi pada bayi, tetapi segera hubungi dokter jika ruam telah mencakup area yang luas, terutama wajah, atau disertai dengan demam, perdarahan, pembengkakan, atau jika ruam tampak terinfeksi.

8. Pilek

Infeksi saluran pernapasan dapat disebabkan oleh virus dan sangat umum pada bayi. Kondisi ini biasanya berlangsung satu sampai dua minggu yang ditandai dengan demam, hidung meler, dan batuk. Gejala yang lebih serius memerlukan perawatan di rumah sakit.

(ir/ir)
Bersumber dari : Linda Mayasari - detikHealth

Senin, 04 Juni 2012


Jakarta, Saat hamil ibu harus benar-benar menjaga pola makan yang sehat dan bersih. Salah-salah, makanan yang dikonsumsinya bisa memicu keguguran atau bayi lahir dalam keadaan meninggal.

Bijak memilih makanan dapat mengurangi risiko keracunan yang dapat menyebabkan keguguran. Strain bakteri yang paling terkait dengan keguguran adalah Listeria, Salmonella, Toksoplasma dan E. coli.

Tak ada metode untuk yang sepenuhnya aman untuk menghindari keracunan makanan, tetapi menghindari makanan berisiko tinggi mengandung bakteri akan dapat mengurangi risiko keguguran karena keracunan makanan.

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan keracunan makanan saat hamil, seperti dilansir about.com, Rabu (30/5/2012):

1. Listeria
Spesies Listeria adalah bakteri yang menyebabkan penyakit listeriosis. Pada orang yang tidak hamil, tanda-tanda paling umum adalah sakit perut, mual, muntah, diare dan demam. Pada wanita hamil, gejalanya tidak spesifik atau mirip dengan gejala flu biasa termasuk demam, menggigil dan nyeri tubuh.

Namun, wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi komplikasi dan terjadi paling sering pada trimester ketiga, sehingga lebih cenderung menjadi penyebab kelahiran bayi mati ketimbang keguguran.


  • Listeria biasanya banyak terkandung dalam makanan berikut:
  • Susu dan keju yang tidak dipasteurisasi
  • Keju lunak seperti Brie, Gorgonzola, feta dan Roquefort
  • Daging Deli
  • Makanan laut asap yang tidak dimasak dengan baik
  • Daging yang tidak diawetkan


2. Salmonella
Spesies bakteri Salmonella menyebabkan gangguan disebut Salmonella enterocolitis, juga disebut Salmonellosis. Gejalanya termasuk diare, sakit perut, mual, muntah, demam atau kedinginan. Penyebab primer adalah produk unggas yang kurang matang seperti ayam, turkey dan telur. Solusinya, masaklah produk-produk unggas hingga benar-benar matang.

3. Toksoplasma
Toxoplasma gondii adalah bakteri penyebab penyakit toksoplasmosis. Orang cenderung mengasosiasikan toksoplasmosis dengan kotak kotoran kucing, tetapi juga dapat menjadi infeksi yang dibawa dari makanan. Gejala toksoplasmosis adalah pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan, dan sakit tenggorokan.

Makanan yang perlu dihindari adalah daging mentah yang kurang matang.

4. E. Coli
Bentuk-bentuk Escherischia coli tertentu dapat menimbulkan risiko untuk keguguran. E. coli sebenarnya juga merupakan penghuni normal di dalam saluran usus manusia, hanya spesies tertentu yang dapat menimbulkan masalah. Keracunan E. coli disebabkan karena gangguan E. coli enteritis. Gejalanya meliputi sakit perut, diare, demam, gas perut, kram dan jarang muntah.


  • Makanan yang perlu dihindari antara lain:
  • Makanan yang kurang matang dan tidak sehat
  • Air yang terkontaminasi
  • Sayuran dan buah yang tidak dicuci

(mer/ir)

Bersumber dari : Merry Wahyuningsih - detikHealth

Minggu, 22 April 2012

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Keracunan

Jakarta, Penyebab utama keracunan adalah memakan makanan setengah matang dan kotoran di permukaan peralatan dapur yang menyelinap melalui celah-celah peralatan. Kesalahan kecil saja dapat menyebabkan mual, muntah, diare dan demam.

Menggunakan talenan secara terpisah untuk daging dan sayuran, menggosok buah segar dan mendisinfeksi peralatan dapur dapat menghindari risiko keracunan makanan. Beberapa hal yang sepele juga berisiko menyebabkan keracunan makanan. Seperti dilansir USNews.com, Jumat (20/4/2012), berikut adalah kesalahan umum yang sering dilakukan sehingga memicu keracunan makanan.

1. Tidak mencuci tas belanja
Kantong belanja yang dapat digunakan kembali memang ramah lingkungan, tapi tidak selalu baik untuk kesehatan. Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, hanya 1 dari 6 orang yang mencuci tas belanjanya setelah digunakan secara teratur. Tas belanja yang jarang dicuci dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri karena cairan dari daging mentah bercampur dengan makanan siap saji seperti roti dan buah. Untuk membantu menjaga makanan tetap bersih dan aman, cucilah tas belanja secara teratur dengan mesin cuci atau air sabun panas sebelum digunakan kembali. Pisahkan barang belanjaan secara hati-hati. Pakai 1 tas untuk daging, unggas, dan ikan, dan tas lain untuk membawa sayuran. Simpanlah tas belanjaan di tempat yang bersih dan kering.

2. Menyimpan barang belanjaan di dalam mobil
 Kunci keamanan dan kebersihan makanan adalah menyimpannya pada suhu yang benar. Banyak orang suka meninggalkan barang belanjaan di dalam mobil. Jika tidak dapat langsung menyimpan barang belanjaan ke dalam kulkas, produk daging dan susu harus dikemas secara terpisah agar tidak mudah busuk dan mencemari makanan lain.

3. Menyimpan makanan terlalu lama di dalam kulkas
 Ayam sebaiknya disimpan di dalam kulkas selama 1 - 2 hari, daging merah selama 3 - 5 hari, telur selama 3 - 5 minggu, dan mentega 1 -3 bulan. Tapi hal itu dilakukan hanya jika lemari es beroperasi pada suhu yang tepat. Academy of Nutrition and Dietetics di AS menganjurkan untuk menjaga suhu kulkas tetap di bawah 4 derajat Celcius dan freezer di bawah -17 derajat Celcius.

 4. Membersihkan peralatan dan perlengkapan dapur dengan spon
 Tujuan dari mengelap meja adalah untuk menghilangkan bakteri dan kuman. Biasanya, orang suka menggunakan spon basah atau lap dapur. Spon atau lap yang lama dipakai bisa berbahaya. Akan lebih baik jika menggunakan tisu dapur dan larutan pembersih. Namun jika bersikeras menggunakan spon, bersihkan spon dengan cara mencucinya dalam mesin cuci piring dan memanaskannya dalam microwave selama 30 detik.

5. Terlalu banyak menggunakan obat maag
Antasida merupakan obat yang sering digunakan untuk mengatasi maag. Orang yang secara teratur menggunakan antasida ternyata lebih berisiko mengalami keracunan makanan. Tubuh memiliki pertahanan alami terhadap penyakit yang dibawa makanan, yaitu asam lambung yang efektif membunuh kuman yang ikut tertelan. Antasida menurunkan tingkat keasaman perut sehingga memungkinkan kuman masuk ke dalam usus.

6. Membiarkan peliharaan menyentuh makanan
Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing sering meninggalkan jejak bulu dan kotoran yang meningkatkan risiko penyakit. Centers for Disease Control and Prevention di AS mengatakan bahwa salah 1 penyebab utama diare di Amerika Serikat adalah infeksi Campylobacter enteritis yang dibawa oleh hewan peliharaan. Jagalah agar peliharaan tidak menyentuh makanan dan cuci tangan sampai bersih setelah bermain dengan peliharaan.

 Bersumber dari : Putro Agus Harnowo - detikHealth

Jumat, 17 Februari 2012

Demam Pada Anak

Demam merupakan alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Demam terkadang menjadi momok tersendiri bagi orangtua, dan banyak orangtua yang takut dan khawatir bila anaknya demam. Para orangtua beranggapan bahwa demam yang tinggi selalu akan menjadi kejang dan menimbulkan masalah di otak atau bahkan kematian. Sebenarnya demam merupakan suatu respons dari tubuh sebagai pertanda adanya suatu ketidakberesan di dalam tubuh. Infeksi merupakan penyebab tersering ketidakberesan tersebut.

Seorang anak dikatakan demam apabila suhu tubuhnya di atas 37,5°C pada pengukuran ketiak dengan menggunakan temperatur air raksa. Suhu tubuh normal pada anak bervariasi (0,5-1°C) sepanjang hari dengan suhu yang meningkat sedikit di sore hari. Demam pada anak sangat jarang yang menimbulkan masalah serius. Hampir sebagian besar demam yang terjadi pada anak disebabkan oleh infeksi virus dan jarang yang disebabkan oleh bakteri. Demam membantu tubuh melawan infeksi tersebut, meningkatkan sistem imun dan memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan kuman. Ketakutan terhadap terjadinya kejang pada saat demam sebenarnya tidak perlu, mengingat kalaupun terjadi kejang pada saat demam itupun tidak berbahaya (lihat topik tentang kejang demam).

Sebelum dibawa ke dokter anak, sebenarnya orangtua dapat mencoba untuk meredakan demam terlebih dahulu di rumah. Orangtua dapat memberikan obat parasetamol untuk anaknya dengan dosis 10 mg/kg berat badan setiap kali pemberian. Parasetamol dapat diberikan sampai maksimal 5 kali dalam sehari (maksimal 50 mg/kg berat badan per hari) dengan jarak antara pemberian sekitar 4 jam. Penggunaan aspirin tidak disarankan karena dapat menyebabkan sindrom Reye yang berbahaya. Untuk pengompresan terkadang orangtua juga masih bingung apakah menggunakan air hangat, air dingin, atau bahkan alkohol. Disarankan untuk menggunakan air hangat sewaktu mengompres, karena menggunakan air dingin dapat menyebabkan anak menggigil. Penggunaan alkohol untuk mengompres tidak disarankan karena dapat menyebabkan keracunan alkohol karena alkohol dapat terserap masuk ke dalam darah melalui kulit. Jangan lupa untuk memberikan cairan minum yang banyak dan istirahat yang cukup sewaktu anak demam.

Bawa anak demam ke dokter anak bila:
  • Berusia kurang dari 3 bulan.
  • Tidak mau makan atau menelan apapun.
  • Selalu menangis bila anda menyentuhnya.
  • Lehernya menjadi kaku.
  • Suhunya lebih dari 39°C.
  • Demam sudah berlangsung 3 hari.
  • Anak mengalami kejang.
  • Muntah-muntah.
Bersumber dari : www.kiddiecarecentre.com

Rabu, 01 Februari 2012

3 Jenis Sakit Kepala yang Butuh Penanganan Darurat

Jakarta, Sakit kepala biasanya tidak mengancam jiwa. Namun sakit kepala yang amat parah bisa jadi pertanda sesuatu hal yang jauh lebih serius dan membutuhkan penanganan darurat. Setidaknya ada 3 jenis sakit kepala yang membutuhkan penanganan darurat.

Gejala penyakit seperti stroke, aneurisma (perdarahan dari pembuluh darah) dan meningitis biasanya berupa sakit kepala. Maka itu ada baiknya mengawasi sakit kepala yang terasa sangat berbeda dari sakit kepala biasa.

"Pusing yang tidak biasa berarti gejala kelainan pembuluh darah di otak yang sudah mulai sedikit bocor. Kondisi ini bisa berubah gawat sehingga menyebabkan pendarahan dan dapat mengancam kehidupan," kata Adam Wilkes, MD, spesialis Unit Gawat Darurat di Lankenau Hospital di Wynnewood, Pennsylvania seperti dilansir Health.com, Jumat (27/1/2012).

Berikut adalah tiga tanda-tanda sakit kepala yang membutuhkan penanganan dokter dengan segera.

1. Sakit kepala disertai nyeri leher dan demam

Sakit kepala yang disertai nyeri atau kaku pada leher dan demam bisa jadi pertanda meningitis. Meningitis atau radang selaput sistem saraf pusat dapat dengan cepat berubah menjadi kritis.

Gejala khasnya adalah demam, sakit kepala dan kekakuan pada otot leher yang berlangsung selama berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari.

2. Sakit kepala disertai mual

Mual parah atau muntah disertai gangguan syaraf seperti kesulitan berbicara atau berjalan dapat menjadi tanda-tanda stroke hemorrhagic, yaitu stroke yang disertai pendarahan pada otak.

Kerusakan akibat stroke ini dapat terjadi dengan sangat cepat, baik karena pendarahan atau karena meningkatnya tekanan cairan pada otak. Pendarahan pada jaringan otak dapat menyebabkan kematian.

3. Sakit kepala paling parah yang belum pernah dirasakan sebelumnya

Sakit kepala biasa sudah cukup menyakitkan. Tapi jika mengalami sakit kepala yang dirasa paling buruk dari yang sudah pernah dialami sebelumnya, itu bisa jadi pertanda aneurisma.

Aneurisma adalah bocor atau pecahnya pembuluh darah pada otak. Rembesan darah yang membasahi otak menyebabkan pasien hanya mengeluh pusing. Namun lama-kelamaan, rembesan darah dapat menjadi banjir darah di otak. Inilah yang menyebabkan penderitanya meninggal mendadak.

Bersumber dari : detik.com oleh Putro Agus Harnowo - detikHealth

Senin, 28 November 2011

Keracunan Obat Anti Demam

Asetaminofen adalah obat yang (selalu) ada di kotak obat kita. Bila anak demam atau nyeri, obat inilah yang biasa dicari. Tapi, keracunan pun dapat terjadi. Kenali gejala dan tandanya, dan tentu saja, ketahui, apa yang harus dilakukan.

Fakta:

  • Keracunan asetaminofen bisa bersifat akut (anak meminumnya dalam jumlah sekaligus banyak) atau menahun (dosis berlebihan, sedikit demi sedikit)
  • Keracunan anti nyeri adalah jenis keracunan obat terbanyak pada anak di bawah usia 6 tahun, dan asetaminofen adalah 47% di antaranya.

Kenali gejala dan tanda:

  • Berapa banyak tertelan? Dosis asetaminofen di bawah 150 mg/kg berat badan pada anak yang sehat belum akan menyebabkan keracunan
  • 0-24 jam setelah menelan: kebanyakan tidak bergejala, tidak mau makan, mual, muntah, berkeringat 24-72 jam setelah tertelan: Bisa terjadi nyeri perut kanan atas, buang air kecil berkurang, mulai terjadi tanda-tanda kerusakan hati dan ginjal
  • Lebih dari 72 jam setelah tertelan: kerusakan hati bertambah berat atau sebaliknya, menyembuh
  • Keracunan menahun terjadi bila asetaminofen diberikan >75 mg/kg per hari. Hati-hati bila anak sakit demam, muntah atau anak kurus, bila anak minum obat lain seperti anti kejang atau obat tuberkulosis.

Lakukan

  • Bila terjadi akut, berikan karbon teraktivasi (Norit®) 1 gram/kg
    berat badan (maksimal 75 gram) apabila obat diperkirakan masih ada
    dalam perut atau usus bagian atas (sekitar 2 jam setelah anak menelan).
    Selanjutnya bawa segera ke rumah sakit
  • Bila terjadi menahun, terapi obat dapat dipertimbangkan bila ada gejala dan bila fungsi hati mulai terganggu.

Referensi:

Bell LM, Bingham PM, Chung EK. The 5-minute pediatric consult. 4th ed. Lippincott Williams & Wilkins.2005

Bersumber dari : www.anakku.net

Senin, 07 November 2011

Muntah pada Bayi dan Anak

Dokter, anak saya umur 4 bulan tiba-tiba muntah setelah minum susu 1 botol. Tidak demam, batuk, pilek maupun diare. Kencing biasa.
 
Dokter , anak saya muntah setiap minum maupun makan sejak tadi pagi. Anak demam dan diare.

Dokter, anak saya umur 4 bulan tiba-tiba muntah setelah minum susu 1 botol. Tidak demam, batuk, pilek maupun diare. Kencing biasa.

Dokter , anak saya muntah setiap minum maupun makan sejak tadi pagi. Anak demam dan diare.

Kejadian di atas adalah dua contoh keluhan orang tua yang sering disampaikan kepada dokter karena anaknya menderita muntah. Muntah sering terjadi pada anak dan bayi yang sering membuat orang tua risau. Sebenarnya apakah muntah itu ?

Defnisi muntah

Muntah didefinisikan sebagai pengeluaran isi lambung atau esophagus melalui mulut dengan paksa. Muntah harus dibedakan dengan beberapa kejadian :
  1. Posetting yaitu pengeluaran sedikit isi lambung sehabis makan, biasanya meleleh keluar dari mulut. Hal ini tidak berbahaya. Akan menghilang dengan sendirinya
  2. Regurgitasi                                                                                                                       Regurgitasi disebabkan oleh ketidakmampuan sphinter kardioesophageal atau memanjangnya waktu pengosongan lambung. Sebagian besar kejadian regurgitasi akan menghilang sendiri dengan bertambah umur bayi. Beberpa kejadian dapat mengganggu pertumbuhan dan menimbulkan infeksi saluran nafas berulang.

Apa penyebab muntah?

Muntah dapat merupakan bagian dari banyak penyakit yang diderita anak dan bayi. Penyebab utama muntah pada anak adalah infeksi saluran pencernaan (gastroenteritris). Muntah sering terjadi mendahului diare. Penyakit lain dapat juga menyebabkan seoramng anak atau bayi muntah misal infeksi telinga (otitis media), infeksi saluran kencing, infeksi saluran nafas, hepatitis, infeksi intracranial, peningkatan tekanan di dalam otak (mis tumor, perdarahan otak). Adanya penyempitan atau kelainan struktur saluran pencernaan (mis stenosis pylorus, megacolon konginetal) dapat memunculkan gejala muntah pada bayi beberapa hari setelah lahir. Disamping itu keracunan makanan atau alergi makanan atau susu dapat merangsang timbulnya gejala muntahsebelum muncul gejala yang lain. Pada saat anak muntah sering diawali dengan berkeringat dingin, pucat, keluar air ludah, bernafas dalam, nadi cepat. Muntah yang berwarna hijau harus lebih mendapat perhatian dari orangtua karena kemungkinan bayi atau anak menderita penyakit yang serius.

Bagaimana mengobati muntah?

Orangtua dapat melakukan pertolongan pertama pada saat anak muntah dengan cara anak diberi minum secara bertahap, mencegah agar anak tidak tersedak dengan cara memiringkan kepala bila anak muntah, menghindari makanan padat sampai muntah hilang, istirahat. Segera ke dokter untuk berkonsultasi jika muntah terus berlanjut. Jika muntah dan diare berlanjut, seorang anak atau bayi dapat menderita kekurangan cairan (dehidrasi) sehingga sebaiknya anak diberikan cairan rehidrasi seperti oralit. Minuman lain seperti Cola, Juice buah tidak dapat mengganti cairan dan elektrolit yang keluar saat muntah. ASI tetap diberikan bagi bayi yang masih mendapat ASI.

Bagaimana mencegah muntah?

Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mencegah muntah pada bayi atau anak yaitu :
  1. hidup bersih dan sehat
  2. mengurangi minum soda
  3. tidak makan dan bermain pada waktu bersamaan
  4. posisi kepala bayi lebih tinggi pada saat minum
  5. Sendawakan bayi setelah minum
 Referensi :
  1. Donald WL, MD, Rudolph. Fundamental of Pediatrics. 2nd. Eds, Appleton & Lange, 1998
  2. Nelson. Textbook of Pediatrics, 17th Eds, Saunders, 2004
  3. Vomiting. Digestive disorder. health cares.net

Bersumber dari : www.anakku.net