Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Agustus 2012

Ditemukan Virus Baru yang Menyerang Anak-anak


Jakarta, Baru-baru ini, puluhan anak di Amerika didiagnosis menderita jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus. Virus tersebut sebelumnya hanya ditemukan di Afrika dan Asia, tetapi kini telah merambah ke benua Amerika dan menjadikan anak-anak sebagai targetnya.

Anak biasanya tampak sehat seperti biasa ketika pergi tidur di malam hari, tetapi anak akan bangun dengan demam tinggi dan muncul ruam berwarna merah terang di seluruh tubuh. Penyebabnya adalah jenis baru dari virus penyakit coxsackie umum yang biasanya menyebabkan penyakit.

Jenis virus baru tersebut adalah coxsackie A6, yang biasanya hanya ditemukan di Afrika dan Asia yang kini juga telah bermunculan di seluruh Amerika. Seorang peneliti Bernard Cohen bersama rekannya Kate Puttgen menyelidiki sekitar 50 kasus penyakit yang disebabkan oleh virus coxsackie A6 tersebut.

"Sebagian besar kasus penykit ini bersifat jinak dan bahwa hampir semua pasien sembuh dalam waktu 7 sampai 10 hari tanpa pengobatan dan tanpa komplikasi yang serius," kata Cohen dan Puttgen, seperti dilansir health.india, Senin (27/8/12).

Virus coxsackie menyerang bayi dan anak di bawah usia lima tahun di musim panas dan musim gugur. Gejalanya meliputi demam dan munculmya ruam yang tidak gatal di kulit dengan bintik-bintik merah pada kaki, tangan dan mulut atau sariawan.

Penularan penyakit karena virus coxsackie dapat dicegah dengan rajin mencuci tangan setelah beraktivitas di luar rumah dan selalu menjaga kebersihan umum.

Jika anak mengalami demam ringan, pantaulah kondisinya dan segera hubungi dokter ketika suhu badan mulai naik dan muncul ruam merah pada kulit.

(ir/ir)
Bersumber dari : Linda Mayasari - detikHealth

Rabu, 18 April 2012

Waspadai Kelainan Retina pada Bayi Prematur

JAKARTA,MINGGU-Orangtua yang memiliki bayi yang lahir prematur harus waspada. Salah satu penyebab kebutaan anak di negara maju dan beberapa negara berkembang adalah Retinophaty of Prematurity (ROP), yaitu kelainan retina pada bayi-bayi prematur.

"Karena itu kerjasama antara dokter anak dan dokter mata itu sangat penting," kata ahli mata dari RSCM/FKUI Dr Rita Sitorus SpM(K) PhD saat seminar mengenai Management Preterm Infant and ROP di Jakarta, Sabtu (10/1).

ROP pada bayi prematur dapat disertai gangguan penglihatan yang minimal atau disertai dengan adanya pertumbuhan pembuluh darah abnormal di retina yang pada akhirnya dapat mengakibatkan ablasio retina. Semakin muda dan kecil bayi yang hidup maka semakin besar pula risiko ROP pada bayi tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya ROP pada bayi prematur, di antaranya adalah pemberian oksigen pada bayi prematur.

Staf ahli bagian Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI Dr Anita Juniatiningsih SpA menyatakan, pada bayi yang lahir kurang dari 750 gram juga berisiko terkena ROP. Selain itu, saturasi oksigen yang tinggi meningkatkan risiko ROP. Begitu juga pada bayi-bayi prematur yang mendapat transfusi darah, maka kadar besinya akan makin tinggi.

Insiden ROP pada bayi laki-laki sedikit lebih tinggi daripada bayi perempuan. Bayi prematur kurang dari 32 minggu atau berat badan kurang dari 1.500 gram berisiko tinggi mengalami ROP. Sekitar 20 persen bayi lahir prematur akan mengalami strasbismus atau kelainan refraksi ketika usia mereka mencapai tiga tahun. Oleh karena itu, skrining bayi prematur dengan atau tanpa risiko ROP perlu dilakukan secara rutin tiap enam bulan. Dengan adanya skrining pada bayi prematur diharapkan ROP dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga dapat diterapi secara optimal.

"Identifikasi dini ini penting karena ROP berpotensi penyebab kebutaan pada anak, khusus di kota besar untuk bayi prematur tinggi jumlahnya. Ini bisa dicegah kebutaannya, jika ditangani lebih dini," kata Rita Sitorus.

"Deteksi dini memang perlu, tetapi tidak semua memerlukan treatment. Dokter mata yang tahu mana yang perlu ditreatment. Karena ketakutan terjadi malpraktik, beberapa pasien saya datang saat stadium sudah mencapai 4-5 atau stadium tinggi dengan riwayat lah ir prematur. Ini sudah terlambat," papar Rita.

Karena itu, kepedulian dokter anak perlu ditingkatkan. Dokter anak perlu memperhatikan pasien-pasien yang lahir prematur yang perlu mendapat penanganan dokter mata.

Kapan seorang anak perlu diperiksa untuk skrining ROP? Pemeriksaan awal bisa dilakukan pada 4-6 minggu usia kronologis. "Kita bisa bayangkan bayi prematur yang matanya sangat kecil diperiksa, tetapi dengan skill dokter mata, itu bisa dilakukan dalam beber apa periode waktu tertentu. Ada pemeriksaan zona tertentu, kapan harus difollow up itu tergantung dari level ROP tersebut. Kapan berhenti untuk skrining ROP? Sampai kita yakin tidak ada risiko serius untuk jadi ROP," papar Rita Sitorus.

Setelah masa itu berakhir, masih diperlukan follow up jangka panjang. Tidak saja memeriksa retina tetapi juga memperhatikan risiko jangka panjang.

Bersumber dari : www.kompas.com

Kamis, 05 April 2012

Bahaya Minum Air Bagi Bayi

PARA ahli kesehatan dari Johns Hopkins Children’s Center di Baltimore Amerika Serikat memperingatkan para orang tua untuk tidak memberi minum air kepada bayi di bawah usia enam bulan. Menurut hasil penelitian mereka, bayi di bawah 6 bulan akan terancam mengalami intoksikasi atau keracunan jika terlalu sering meminum air.

Sudah menjadi standar baku bahwa bayi di bawah usia 6 bulan seharusnya hanya mendapatkan makanan dari Air Susu Ibu (ASI). Selain steril, ASI adalah makanan alami yang padat nutrisi dan tidak mungkin diimbangi oleh susu formula atau makanan buatan lainnya.

Menurut para ahli di John Hopkins, memberikan air kepada bayi dikhawatiran dapat memicu refleks haus sehingga mereka akan kelebihan cairan.

“Bahkan ketika masih sangat mungil, bayi memiliki refleks akan rasa haus atau keinginan untuk minum. Ketika bayi kehausan dan ingin minum, cairan yang mereka butuhkan nantinya akan melebihi kebutuhan ASI atau susu formula ,” ungkap Dr. Jennifer Anders, salah seorang dokter anak di John Hopkins Children’s Center seperti dikutip Reuters Health.

Oleh karena organ ginjal bayi belum sempurna, lanjut Anders, memberi terlalu banyak air kepada bayi akan mengakibatkan tubuh mereka mengeluarkan sodium dan air buangan dalam jumlah banyak. Kehilangan sodium akan mempengaruhi aktivitas otak, oleh karena itu gejala awal keracunan dapat berwujud seperti irritabilitas, mengantuk dan perubahan mental lainnya.

Gejala lainnya dapat berupa rendahnya temperatur atau suhu tubuh (secara umum 97 derajat Fahrenheit), pembengkakan pada muka dan kejang-kejang. "Ini merupakan kondisi yang tidak terang-terangan," ungkap Anders.

Gejala-gejala awal keracunan ini tidaklah tampak, oleh karena itu kejang-kejang mungkin gejala pertama yang harus diwaspadai orang tua . Namun bila seorang anak mendapatkan penanganan medis sejak dini, kejang yang dialami anak kemungkinan tidak akan menimbulkan efek jangka panjang, tambahnya.

Anders dan rekannya mengatakan, air putih sebagai sebuh minuman seharusnya dihindari oleh bayi usia enam bulan atau usia di bawahnya. Para orang tua juga harus mencegah penggunaan susu formula yang terlalu encer, atau minuman bayi yang mengandung elektrolit.

Anders juga menambahkan, pada beberapa kasus tertentu pemberian air pada bayi mungkin tepat. Misalnya, bayi yang usianya lebih tua diperbolehkan mendapat sedikit air untuk membantu mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi) atau saat cuaca sangat panas. Tetapi para orang tua seharusnya selalu berkonsultasi dahulu dengan dokter anak sebelum melakukannya, sertaa hanya boleh memberi bayi satu atau dua ons air .

Jika orang tua mencurigai bayi mereka mengalami intoksifikasi, atau bayi mengalami kejang-kejang, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Bersumber dari : www.kompas.com

Minggu, 04 Desember 2011

Hepatitis A


Hepatitis A termasuk salah satu penyakit Hepatitis (peradangan pada hati) yang disebabkan oleh virus hepatotropik. Virus hepatitis A tergolong picornavirus dan menular melalui kontak erat dan jalur oral-fekal (misalnya memakan makanan/minuman yang tercemar oleh virus ini). Indonesia merupakan daerah endemis hepatitis virus A.
Tanda dan gejala hepatitis A akan mulai timbul kurang lebih 15-50 hari setelah terinfeksi. Infeksi pada anak, apalagi bayi, seringkali asimtomatis (tidak bergejala). Pada anak yang lebih besar dapat terlihat tanda dan gejala seperti mual, muntah, demam, lemas, urin yang berwarna kuning, serta perut yang membesar. Hepatitis A bersifat akut dan tidak menjadi kronis. Pada beberapa keadaan dapat terjadi prolonged hepatitis (tanda dan gejala yang lama sampai berminggu-minggu) atau relapsing hepatitis (kambuh kembali). Pada hepatitis A jarang menimbulkan komplikasi berupa hepatitis fulminan, tetapi bila terjadi dapat menyebabkan kematian.
Penanganan infeksi hepatitis A hanya sebatas terapi simtomatik dan suportif saja. Hepatitis A termasuk self-limiting disease (dapat sembuh sendiri). Istirahat total, pemberian obat-obat simtomatik, dan minum lebih banyak sudah dapat menyembuhkan. Komplikasi seperti yang telah disebutkan di atas sangat jarang terjadi, tetapi bila terjadi perlu perawatan yang intensif di rumah sakit.

Pencegahan dilakukan dengan cara seperti misalnya: menyajikan makanan dan minuman yang higienis, memastikan setiap makanan sudah dimasak dengan betul, pola hidup sehat, mencuci tangan sebelum makan. Sekarang ini juga sudah tersedia vaksin hepatitis A. Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan dan dapat diberikan pada usia mulai dari 2 tahun. Vaksin diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak antara pemberian 6-12 bulan.

Bersumber dari : www.kiddiecarecentre.com

Selasa, 29 November 2011

Kejang Demam



Kejang demam didefinisikan sebagai suatu periode kejang yang terjadi karena suhu tubuh yang abnormal (demam). Pada bayi dan anak-anak (terutama usia 6 bulan sampai 5 tahun) yang sedang demam, apalagi demam yang cukup tinggi, sering terjadi kejang demam. Sebenarnya kejang demam tidaklah serius dan berbahaya, tetapi memang akan sangat menakutkan kelihatannya, apalagi pada orangtua yang baru pertama kali mengalami. Kejang demam yang terjadi pada anak umumnya berlangsung singkat saja (di bawah 5 menit), tetapi pada beberapa keadaan yang lebih jarang dapat sampai melebihi 15 menit (kejang demam kompleks). 

Lakukan langkah berikut ini bila anak mengalami kejang demam:
  • Segera lepaskan pakaian anak.
  • Biarkan anak kejang dengan bebas (orangtua tidak perlu menahan gerakan kejangnya).
  • Batasi daerah sekitar anak dengan bantal atau guling agar anak tidak terluka karena terbentur dengan benda sekitar.
  • Jangan memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Kekhawatiran mengenai lidah anak yang dapat tergigit hingga terputus tidak pernah dilaporkan. Dengan memasukkan benda ke mulut (seperti sendok) justru dapat membuat gigi patah.
  • Jangan lupa untuk menghitung berapa lama kejang berlangsung (beritahukan kepada dokter nantinya).
  • Bila ini yang pertama kali segera bawa anak ke dokter.
  • Bila anak sudah pernah mengalami kejang demam sebelumnya, mungkin dokter sudah memberikan persiapan obat untuk kejang. Obat dimasukkan dengan cara melalui anus/rektal. Dosis yang diberikan sesuai dengan berat badan anak. Anak dengan berat di bawah 10 kg diberikan 5 mg sekali pakai, anak dengan berat badan di atas 10 kg diberikan 10 mg sekali pakai.
  • Berikan anak sirup/obat parasetamol setiap anak demam
  • Kejang biasanya tidak berulang dalam satu hari, tetapi bila berulang kali terjadi dalam sehari sebaiknya segera bawa ke dokter.
Fakta seputar kejang demam:
  1. Kejang demam tidak membuat anak menjadi bodoh atau merusak otak.
  2. Kejang demam seringkali berulang.
  3. Kematian karena kejang demam tidak pernah dilaporkan.
  4. Pada umumnya kejang demam dapat dirawat di rumah saja.
  5. Risiko menjadi epilepsi di kemudian hari memang pernah dilaporkan, tetapi pada umumnya sangat jarang. Risiko lebih tinggi pada kejang demam kompleks dibandingkan kejang demam sederhana.
Bersumber dari : www.kiddiecarecentre.com

Kamis, 10 November 2011

Infeksi Toksoplasma Mengincar Kehamilan

Hati-hati dengan kehamilan Anda, jangan sampai kebahagiaan menjadi calon ibu pupus gara­­­­­-gara infeksi Toksoplasma.
 
Pagi itu, Agnes yang sedang hamil muda tiba-tiba mengalami perdarahan dari vagina. Ia tahu, wanita yang hamil muda bisa mengalami bercak dan perdarahan yang tidak berbahaya, tapi kali ini ia cemas, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kehamilannya. Benar saja, dokter memastikan Agnes keguguran, akibat
infeksi toksoplasma. Dari pemeriksaan laboratorium, ditemukan adanyapeningkatan antibodi terhadap toksoplasma.
 
Mengapa bisa terjadi, padahal selama ini ia telah berusaha menghindari kucing, yang diketahui sebagai penular kuman yang dapat mengakibatkan keguguran. Tangis Agnes meledak, begitu lama ia menunggu, dan impian memperoleh momongan kini hilang sudah.

Awas Infeksi TORCH

Meskipun kehamilan merupakan hal biasa, tetapi ibu hamil perlu berhati-hati dalam kesehatannya. Bukan hanya untuk menghindari keguguran, tetapi juga agar calon bayi mendapatkan awal kehidupan yang baik. Karena itu, sebelum dan selama hamil perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan. Dokter
akan mengecek beberapa hal untuk mencegah terjadinya komplikasi, antara lain penyakit diabetes, hipertensi, beberapa penyakit infeksi, dan anemia, sekalipun ibu hamil tidak mengalami gejala tersebut. 
 
Saat ini, infeksi masih menjadi masalah dalam bidang kebidanan (obstetri), walaupun tidak segawat waktu dulu, di mana proses melahirkan dikenal sebagai perjuangan hidup mati bagi para ibu. Selain berpengaruh pada sang ibu, infeksi yang terjadi pada ibu hamil dapat menular kepada bayinya melalui plasenta (ari-ari) atau kontak langsung dengan penginfeksi (sumber infeksi) yang terdapat di jalan lahir.
 
Sejak 30 tahun lalu, perhatian ditujukan pada TORCH, sebutan untuk sekelompok kuman penginfeksi, yaitu Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan virus Herpes simpleks tipe 2. Dan infeksi Toksoplasma merupakan salah satu infeksi yang paling banyak menyita perhatian kalangan medis maupun masyarakat.
Toksoplasma
Infeksi Toksoplasma biasanya tanpa gejala, atau kadang disertai gejala ringan menyerupai flu, dan pada umumnya tidak menimbulkan masalah. Namun, infeksi yang terjadi pada saat ibu sedang hamil dapat menular kepada janin yang dikandungnya, dan risiko kerusakan pada janin semakin parah bila infeksi terjadi semakin awal. Akibatnya dapatberupa keguguran atau gangguan berat pada bayi yang dilahirkan sepertimembesarnya kepala (hidrosefalus), gangguan pada mata (korioretinitis), dan keterbelakangan (retardasi) mental. Infeksi yang terjadi setelah usia kehamian 24 minggu biasanya bersifat sub-klinis (tidak bergejala), di mana sebagian bayi yang terinfeksi tampak sehat-sehat saja pada saat lahir, tetapi apabila tidak diobati, maka dalam perjalanan usia menuju remaja, akan muncul gejala berupa gangguan mata, pendengaran dan keterlambatan perkembangan. 
 
Toksoplasmosis merupakan penyakit yang sering dijumpai di daerah yang mempunyai kebiasaan memelihara kucing, karena kucing yang terinfeksi merupakan sumber penularan kuman Toxoplasma gondii yang terdapat pada kotorannya (feses) dalam bentuk ookista. Setelah tiga hari berada
di alam, ookista ini akan menjadi sumber infeksi dan dapat bertahan hidup hingga beberapa tahun di dalam tanah yang lembab. Kebal terhadap deterjen biasa, tetapi dapat dihancurkan dengan cara pemanasan kering, pemanasan atau pembekuan. Manusia dapat terinfeksi melalui daging hewan yang terinfeksi, buah-buahan dan sayur yang tercemar dan tidak dimasak dengan baik, atau kontak
langsung dengan sesuatu yang tercemar oleh kotoran kucing.

Mendeteksi Infeksi Toksoplasma

Diagnosis infeksi Toksoplasma secara klinis sulit ditegakkan, karena gejalanya yang tidak khas (spesifik), bahkan sebagian besar tidak bergejala, sehingga untuk mendapatkan diagnosis yang tepat mutlak diperlukan pemeriksaan laboratorium.

Mendeteksi infeksi Toksoplasma

Pemeriksaan Anti-Toksoplasma IgG dan Anti-Toksoplasma IgM disarankan untuk orang yang diduga terinfeksi, wanita yang akan hamil, wanita yang baru atau sedang hamil yang hasil pemeriksaan sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, dan bayi yang baru lahir dari ibu yang terinfeksi
(kadang-kadang diperlukan pemeriksaan Anti-Tokoplasma IgA untuk meningkatkan kemampuan deteksi adanya infeksi bawaan).
 
Infeksi Toksoplasma dapat bersifat laten, tetapi yang berbahaya adalah infeksi primer (infeksi pertama kali) yang terjadi di saat kehamilan, terutama pada trimester pertama. Karena itu, bila pemeriksaan yang dilakukan pada saat awal kehamilan menunjukkan hasil yang positif terinfeksi, maka perlu dilihat lebih lanjut apakah infeksi tersebut baru pertama kali terjadi, atau telah lama berlangsung. 

Untuk itu pemeriksaan yang dibutuhkan adalah Aviditas Anti-Toksoplasma IgG. Bayi yang lahir sehat tanpa
cacat merupakan idaman ibu hamil. Karena itu, ibu hamil perlu merawat kehamilannya sejak dini dengan memeriksakan diri secara teratur ke dokter, menjaga kebersihan dan mengonsumsi makanan bergizi. Namun, mengingat infeksi Toksoplasma pada umumnya tidak bergejala atau dengan gejala yang tidak khas, maka seringkali luput dari pengamatan dokter. Oleh sebab itu, untuk membantu ibu hamil merawat kandungannya sejak dini, sebaiknya dilakukan pemeriksaan Toksoplasma pada awal kehamilan

Mereka yang ‘wajib’ periksa Toksoplasma

  1. Wanita yang berencana hamil.
  2. Wanita yang tengah hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa. Idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali.
  3. Bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi pada saat hamil. Untuk memastikan adanya infeksi bawaan, sering diperlukan pemeriksaan tambahan.
Referensi :
  1. Pedersen, B.S.Prof. Infeksi TORCH Pada Kehamilan. Forum Diagnosticum, Laboratorium
    Klinik Prodia, 1997
  2. Remington, J.S. & Klein. J.O. Infectious Diseases of the Fetus & Newborn Infant 4th ed. WB Sanders Company, Philadelphia, 1995
  3. Isada, C.M. et.al. Infectious Diseases Handbook. Lex-comp Inc., Ohio, 1996.
Bersumber dari : www.anakku.net

Selasa, 08 November 2011

Lidah si Kecil Terserang Jamur

Lidah bayiku kok putih-putih ya? Si Kecil juga jadi uring-uringan dan malas menyusui… Jangan kaget, mungkin ia terkena infeksi jamur di lidah (“thrush”). Infeksi ini memang cukup umum terjadi pada bayi dan anak kecil.


Seperti apa jamur di lidah?

Infeksi jamur dapat terjadi di berbagai bagian tubuh kita, termasuk di rongga mulut. Di rongga mulut pun, jamur dapat muncul di berbagai tempat namun yang amat sering adalah di permukaan lidah, kulit yang mengitari mulut, atau pojok mulut.

Bayi dan anak kecil dapat menjadi korban dari jamur di mulut. Wujudnya adalah lapisan atau bercak-bercak putih kekuningan yang menimbul di lidah yang mungkin dikelilingi oleh daerah kemerahan. Apabila lapisan atau bercak ini dicoba dibersihkan atau diusap, maka dapat terlepas, namun meninggalkan daerah kemerahan yang mudah berdarah. Infeksi jamur ini perlu dibedakan dengan penyebab lainnya. Bayi mungkin mempunyai putih-putih di lidah yang merupakan penumpukan sisa-sisa produk susu yang kurang bersih. Umumnya lapisan putih ini dapat mudah dibersihkan dengan kasa atau handuk lembut, dan tidak meninggalkan daerah yang merah atau berdarah.

Awalnya bercak-bercak putih ini tidak menimbulkan rasa sakit. Namun apabila sering terkelupas dan teriritasi, maka akan menyebabkan rasa sakit dan panas di mulut yang dapat menyebar ke tenggorokan. Pada bayi, dapat juga disertai infeksi jamur di daerah selangkangan (ruam popok/“diaper rash”). Bayi mungkin rewel, banyak menangis, dan terlihat kurang semangat saat menyusui.

Ibu menyusui yang terinfeksi jamur dapat menjadi sumber penularan jamur Candida dan sebaliknya bayi dapat menyebabkan infeksi pada puting susu ibu. Ibu juga mungkin mempunyai infeksi jamur di vagina karena pada saat kehamilan hal ini memang cukup sering terjadi. Di payudara dirasakan sebagai rasa panas dan sakit pada puting susu atau payudara setelah menyusui, dan kemerahan pada puting susu.

Mengapa bisa muncul jamur di lidah?

Adanya jamur di lidah adalah karena infeksi dari jamur jenis Candida. Sebetulnya setiap orang mempunyai jamur Candida di mulut. Jamur ini langsung menjadi penghuni rongga mulut begitu bayi dilahirkan, umumnya karena penyebaran dari genitalia ibu atau kontak dengan kulit dan benda lainnya yang terkontaminasi jamur. Namun infeksi terjadi apabila keseimbangan kuman-kuman di mulut terganggu, sehingga jumlah jamur Candida menjadi berlebihan.
Orang pada tiap usia dapat menjadi penderita infeksi jamur di mulut, namun ada beberapa keadaan yang meningkatkan kemungkinan seseorang menjadi terinfeksi seperti:
  • Setelah konsumsi antibiotika atau pemakaian obat kumur antibakterial yang berlebihan. Hal tersebut menyebabkan keseimbangan kuman di mulut terganggu.
  • Pemakaian gigi tiruan atau anak yang memakai alat meratakan gigi (kawat gigi) lepasan (yang berupa plat) yang kurang bersih atau kurang pas sehingga menimbulkan luka di mulut yang mudah dihuni jamur.
  • Pemakaian obat kortikosteroid yang menekan sistem pertahanan tubuh kita.
  • Usia bayi, kehamilan, dan usia lanjut lebih rentan terhadap infeksi jamur.
  • Adanya penyakit dalam jangka waktu lama.

Pengobatan jamur di lidah

Pengobatan jamur di lidah adalah memakai obat anti jamur, yang paling sering digunakan adalah nystatin, yang berupa cairan yang diteteskan di mulut bayi empat kali sehari. Dokter anak atau dokter gigi anak dapat memberikan dosis yang sesuai dengan umur anak Anda. Umumnya pengobatan dilakukan 7 sampai 10 hari. Bercak putih akan segera hilang, namun ingat: obat perlu dilanjutkan 3 hari setelah bercak hilang. Apabila bayi juga menderita ruam popok dapat juga diobati dengan salep anti jamur yang sesuai. Hindari pemakaian “baby wipes” yang mengandung alkohol karena dapat semakin mengiritasi bagian selangkangan yang terinfeksi.
Apabila ibu menyusui juga terinfeksi, maka penting untuk diobati untuk mencegah infeksi ulang ke bayi. Salep anti jamur dapat dioleskan di puting susu ibu tiga sampai empat kali sehari. Ibu perlu berkonsultasi ke dokter apabila ada gejala infeksi jamur pada vagina.
Adalah penting untuk mensterilkan setiap peralatan makan/minum atau mainan (dot, botol, empeng, gelas, alat makan,“teething ring”) yang masuk ke mulut bayi, karena dapat juga menyebabkan infeksi berulang.
  
Kok muncul-muncul terus?

Apabila infeksi jamur di mulut sering muncul kembali, ada beberapa hal yang perlu dicermati:
  • Pastikan alat makan/minum, serta mainan yang masuk mulut bayi selalu bersih. Jamur Candida memang ada dimana-mana sehingga dapat mengontaminasi dengan mudah.
  • Pastikan anak tidak memakai dot/empeng atau minum susu botol secara berlebihan, karena dapat menyebabkan lembab dan pecahnya kulit di bagian dalam mulut yang mudah dihuni jamur. Botol dan empeng sebaiknya dibuang dan diganti dengan yang baru apabila anak sering infeksi berulang.
  • Pastikan gizi anak cukup dengan pola makan yang seimbang sehingga mempunyai kekebalan tubuh yang baik.
  • Bayi dan anak (terutama anak yang sudah cukup besar) namun infeksi jamur sulit hilang atau sering berulang perlu diperiksa terhadap adanya penyakit lainnya.
Pemeliharaan lidah bayi dan anak-anak

Lidah seringkali menjadi bagian yang diabaikan pada saat membersihkan rongga mulut. Pada bayi, lidah perlu dibersihkan dari sisa-sisa susu yang mengumpul di lidah. Alat untuk membersihkan sederhana sekali: bisa berupa kain kasa atau handuk lembut yang dibasahi air matang hangat. Sekarang ini juga tersedia sikat khusus untuk lidah, salah satunya bisa dipasangkan di jari tangan sehingga mudah untuk dikontrol.
Pada saat anak berusia 1 tahun ke atas dan mulai diperkenalkan dengan sikat gigi, maka lidah anak juga dapat disikat. Memang pada awalnya anak mungkin mempunyai refleks rasa mual, namun apabila dibiasakan maka alan makin terbiasa.

Referensi:
  1. Brightman VJ. Red and White Lesions if the Oral Mucosa. In: Burket’s Oral Medicine: Diagnosis and Treatment, 9th Edition. J.B. Lippincott Co., 1994, pp.61-64.
  2. www.NetDoctor.co.uk Oral thrush (fungal infection in the mouth)
  3. www.About.com About Pediatrics: Thrush – An Oral Yeast Infection

Bersumber dari : www.anakku.net

Jumat, 04 November 2011

Perlukah Memberi Obat Anti-Mabuk Perjalanan?

Motion sickness atau mabuk perjalanan merupakan keluhan yang sering dialami, terutama anak-anak. Gejala umum yang timbul antara lain pucat, sakit kepala, lemas, berkeringat dingin, mual, dan muntah.

Motion sickness terjadi apabila otak menerima rangsang yang tidak seimbang antara kesan dari sistem optik (organ mata) terhadap suatu gerakan dengan kesan dari sistem vestibular pada telinga bagian dalam. Balita dan anak-anak umumnya lebih rentan motion sickness, karena mereka lebih banyak bergerak dibanding orang dewasa. Tingginya frekuensi gerakan menyebabkan otak, yang sedang dalam tahap perkembangan memberikan sinyal lebih kompleks.

Pada mabuk perjalanan ringan, pemberian obat pada anak-anak sebenarnya kurang diperlukan. Anda cukup meletakkan handuk yang telah direndam dengan air dingin pada kening anak sampai kondisinya membaik. Anda juga dapat memberikan minuman ataupun manisan yang mengandung jahe. Penelitian menyatakan bahwa senyawa 6-gingerols dan galanolactone yang terkandung dalam jahe mampu mencegah timbulnya perasaan mual dan muntah. Pastikan agar anak mendapat udara segar dan tidak terlalu banyak bergerak.

Kondisi mual dan muntah yang berlebihan dapat menyebabkan sang buah hati mengalami dehidrasi dan penurunan tekanan darah, sehingga si kecil lemas. Jika terjadi kondisi ini, pemberian obat anti mual-muntah sangat dibutuhkan, yakni obat golongan antihistamin Dimenhidrinat.

Sebagai obat pencegah mabuk perjalanan, Dimenhidrinat akan lebih efektif apabila diberikan sedikitnya 30 menit dan lebih baik 1-2 jam sebelum melakukan perjalanan.

Dosis yang diizinkan untuk penggunaan Dimenhidrinat adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 50-100 mg, 2-3 kali, tidak lebih dari 400 mg/hari

Anak-anak:

  • 2-5 tahun : 12,5-25 mg, 2-3 kali sehari, dari 75 mg/hari
  • 6-12 tahun : 25-50 mg, 2-3 kali sehari, tidak lebih dari 150 mg/hari

Pemberian Dimenhidrinat pada anak-anak di bawah 2 tahun sebaiknya dihindari kecuali atas anjuran dokter. Tindakan-tindskan tanpa obat yang telah disebutkan sebelumnya dapat dilakukan untuk mengurangi perasaan tidak nyaman pada si kecil. Sama seperti obat golongan anti-histamin lainnya, Dimenhidrinat juga menimbulkan efek samping berupa drowsiness (mengantuk). Rasa mengantuk dapat memberikan perasaan nyaman dan membantu si kecil untuk beristirahat.

Penggunaan Diminhidrinat harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan sebab penggunaan dosis berlebihan dapat menimbulkan efek penekanan pada sistem saraf pusat yang dapat berakibat fatal pada bayi dan anak-anak. Pemberian Diminhidrinat sebaiknya dihindarkan pada bayi prematur, asma, dan penyakit paru lainnya, glaukoma, kejang, gangguan jantung, serta hipersensitif terhadap Dimenhidrinat.

Selama menggunakan Dimenhidrinat, perhatikan pemasukan cairan pada buah hati anda. Dimenhidrinat memiliki efek samping berupa mulut kering, sehingga peningkatan asupan cairan sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi si kecil.

referensi:

  • Ernst and Pittler, Efficacy Of Ginger For Nausea And vomitting : A Systematic Review Of Randomized Clinical Trials. British Journal Of Anaesthesia 84 (3) : 367. , 2000.
  • F. Estelle R. Simons, M.D, Advancesvin H1-Antihistamines. The New England Journal of Medicine. 21 (1) 351 : 2203-2217., 2004.
  • DiPiro, Cecily V. dan A. Thomas Taylor, Nausea and V0mitting, pada Di Piro :. Pharmacotherapy, A Patophysiologic Aporoach, sixth edition ,New York : McGraw-Hill, 2005.

Bersumber dari : www.anakku.net

Minggu, 30 Oktober 2011

24 hal penting pada hari-hari pertama bayi Anda

Selamat, Anda telah memiliki bayi yang sehat. Satu bulan pertama, sudah pasti membuat Anda repot. Terkadang, ada saja masalah yang membuat Anda khawatir. Kulitnya bersisik, tali pusatnya berdarah, buang air besarnya cair. Inilah petunjuk dari para ahli khusus untuk hari-hari pertama bayi Anda…..

1. Kepalanya kok tidak rata?
Proses persalinan normal seringkali menimbulkan benjolanlunak berisi air pada kepala bayi Anda yang disebut caput succedaneum. Pembengkakan akan melewati garis tengah kepala dan menyeberangi ubun-ubun. Tak perlu khawatir, benjolan ini tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya. Kepala yang tidak rata bisa juga disebabkan pecahnya pembuluh darah akibat proses persalinan, cirinya benjolan tidak akan melewati garis ubun-ubun. Bila darahnya banyak, bayi bisa kekurangan darah dan kulitnya menjadi kuning.

2. Ada benjolan di leher bayiku
Bila Anda meraba ada benjolan keras di otot leher bayi Anda, curigai adanya penebalan otot akibat pemendekan atau kontraksi otot leher, apalagi bila kepala bayi tampak ”tengleng” atau cenderung menengok pada satu arah saja. Biasanya ini terjadi akibat penarikan leher yang berlebihan saat persalinan, misalnya bila bayi dalam posisi sungsang atau menggunakan alat bantu persalinan. Umumnya, pemendekan otot yang menyerupai benjolan padat itu menyembuh spontan, tetapi pada beberapa anak diperlukan terapi fisik terlebih dahulu.

3. Mengapa tangan bayiku tidak sama geraknya?
Persalinan yang sulit juga bisa menyebabkan tulang bahu bayi patah tanpa Anda atau dokter menyadarinya. Orang tua baru menyadari saat tulang bahu tersebut menyembuh membentuk tonjolan. Bahu yang terkena biasanya lebih lemah, lengan di sisi bahu tersebut kurang aktif bergerak. Patang tulang bahu ini tak ada terapinya, umumnya akan sembuh sendiri.

4. Si kecil keputihan?
Jangan kaget bila bayi perempuan Anda keputihan atau di popoknya terdapat darah pada hari-hari pertama kehidupannya. Mungkin hormon Anda saat kehamilan masih mempengaruhinya. Pengaruh hormon juga bisa menyebabkan payudaranya mengeluarkan cairan yang disebut “withes’ milk”, ini bisa terjadi baik bayi Anda perempuan atau laki-laki. Tenanglah karena hal ini akan menghilang dengan sendirinya.

5. Air kencingnya berwarna merah jambu, ada apa?
Kadang-kadang ibu menjadi panik karena air kencing si bayi menjadi kemerahan. Sebenarnya hal ini tak perlu dikhawatirkan, air kencing bayi bisa mengandung kristal yang membuat warnanya berubah menjadi semu kemerahan.

6. Kulitnya berubah bila udara dingin
Ketika bayi Anda terkena udara dingin, bisa muncul gambaran seperti bercak-bercak berwarna merah kebiruan di kulitnya disebut cutis marmorata. Gambaran berbentuk jaring ini disebabkan pembuluh darah melebar dan bisa muncul di seluruh permukaan tubuh. Bila tubuh bayi kembali hangat, gambaran tersebut akan menghilang. Cutis marmorata merupakan hal normal pada bayi, namun bila tidak juga hilang, curigai ada kelainan genetik atau penyakit keturunan.

7. Ujung jarinya biru dan dingin
Warna kebiruan dan rasa dingin di ujung jari tangan atau kaki sering terjadi pada bayi baru lahir. Anda tak perlu khawatir karena ini normal terjadi, disebabkan pembuluh darah belum sempurna fungsinya dan akan membaik seiring dengan usia.

8. Kulitnya kok kuning
Dikatakan 60% bayi normal pernah mengalami kuning pada hari-hari pertama kehidupannya. Sebagian besar kuning adalah proses normal disebabkan fungsi hati bayi belum matang. Umumnya bayi tampak sehat, kadar bilirubin juga tidak terlalu tinggi. Tetapi hati-hati bila kulitnya kuning pada hari pertama atau setelah minggu-minggu pertama usianya, mungkin ada penyakit yang mendasari.

9. Bila kulit wajahnya berjerawat
Jerawat bisa terjadi pada 20% bayi terutama usia kurang dari satu bulan. Bentuknya bintik-bintik kemerahan terkadang bernanah, kebanyakan mengenai wajah terutama pipi. Jerawat ini juga disebabkan hormon ibu yang bersifat sementara dan akan menghilang setelah 1-3 bulan. Yang bisa Anda lakukan adalah menjaga kulit bayi tetap bersih, kering, dan memakai sabun yang lembut.

10. ih, kepalanya bersisik
Kok kepalanya ketombean? Ya, ini disebut cradle cap, bentuknya seperti sisik yang lengket warna kekuningan atau putih kering dan kulit di bawahnya berwarna merah. Biasanya muncul pada usia sekitar satu bulan. Wajah juga bisa terkena, umumnya mengenai kedua pipi, dahi, sekitar alis dan di telinga. Mandikan bayi Anda secara teratur dengan sabun bayi, sisik di kepala dapat dibuat lunak dengan minyak zaitun (olive oil), lalu disisir dengan sikat/sisir bayi secara perlahan. Kepala bayi dibersihkan dengan sampo bayi atau dapat pula digunakan sampo antiketombe yang ringan.

12. Kok kulitnya teraba berbenjol-benjol, tumorkah ini?
Bila di punggung, pipi, bokong, lengan, dan paha bayi Anda terdapat benjolan-benjolan yang teraba di bawah kulit, batasnya tegas, dengan warna merah kebiruan, Anda tak perlu khawatir karena kondisi ini akan menghilang pada hari kelima hingga kesepuluh kehidupannya. Benjolan itu merukan gumpalan lemak yang meradang. Proses persalinan dikatakan dapat mencetuskannya. Benjolan ini tidak bergejala, hilang sendiri, dan tidak membutuhkan terapi. Terkadang, pada beberapa bayi, gumpalan lemak tersebut mengeras dan harus dikeluarkan, pada keadaan ini patut dicurigai adanya kelebihan kalsium.

13. Milia, ringan yang merepotkan
Milia adalah bintil-bintil berisi cairan yang terletak di permukaan kulit ari. Bintil teraba keras, diameter 1-2 mm dengan warna putih jernih. Milia dapat muncul pada usia berapa pun tetapi pada bayi sering muncul di wajah dan gusi atau langit-langit mulut. Milia akan memecah secara spontan dan tidak berbahaya. Bila muncul pada area bekas luka yang sulit hilang, milia dapat dikupas secara lembut dan isinya dikeluarkan dengan jarum steril.

14. Loh, payudaranya membesar?
Jangan bingung bila payudara bayi tampak “berisi”, baik satu payudara atau dua-duanya, karena mungkin saja hormon ibu masih berpengaruh. Jangan pula memencet-mencetnya hanya karena Anda khawatir, payudara bayi Anda bisa infeksi, warnanya menjadi merah, bengkak, dapat disertai demam. Terapinya adalah kompres hangat dan antibiotik. Bila infeksi bernanah, nanah tersebut harus dikeluarkan oleh dokter ahli karena dapat mempengaruhi kemampuan menyusui bila bayi Anda perempuan.

15. Bayiku sudah bergigi?
Ada beberapa bayi yang sudah memiliki gigi saat lahirnya, disebut natal teeth. Sedangkan bila muncul sebelum usia satu bulan disebut neonatal teeth. Gigi seperti ini perlu dicabut karena letaknya amat dipermukaan dan mudah lepas, ditakutkan bayi tersedak karena gigi tersebut.

15. Tompel bayi
Mungkin Anda pernah melihat bayi dengan tanda lahir berbentuk koin warna biru atau abu-abu,hitam sering di punggung bawah dekat bokong atau di area bahu. Jumlahnya bisa satu, bisa pula banyak, bisa kecil atau meluas. Lebih dari 80% orang berkulit hitam, Asia, dan bayi Indian memiliki gambaran ini, sedangkan pada orang kulit putih kurang dari 10%. Gambaran khas yang kerap disebut tompel atau Mongolian spot ini disebabkan sel pigmen yang berkumpul, diduga karena perpindahan sel pigmen terhenti.. Tanda ini biasanya menghilang pada usia-usia pertama kehidupan tetapi kadang menetap. Anda tak perlu khawatir karena tanda lahir ini tidak berbahaya. Namun, perlu diwaspadai bila mongolian spot meluas, terutama pada lokasi tubuh yang tidak biasa, dan sepertinya tidak akan menghilang. Bedakan pula dengan tanda kebiruan akibat memar, karena mongolian spot sudah muncul sejak lahir.

16. Area popoknya kemerahan
Ruam popok juga bisa terjadi pada bayi kecil Anda. Umumnya disebabkan oleh jamur. Area bokongnya menjadi merah terang dengan pinggiran yang jelas, disertai bintik-bintik merah di luar area tersebut disebut lesi satelit yang khas untuk ruam akibat jamur. Bila hal ini terjadi, obat anti jamur bisa dioleskan ke area tersebut tiap kali ganti popok. Kadang, jamur juga bisa menimbulkan lapisan putih di lidah yang cukup mengganggu. Lapisan putih seperti kerak susu ini bisa hilang seiring usia tetapi dapat diobati pula dengan obat anti jamur yang diteteskan.
Kemerahan di area popok juga bisa disebabkan popok yang dipakai. Keluhan akan menghilang jika Anda lebih sering mengganti popok.

17. Mata belekan dan selalu berair
Mata bayi Anda belekan? Terkadang, beberapa klinik mata memberikan obat mata untuk mencegah penyakit pada bayi Anda, dan salah satu efeknya membuat mata bayi agak kotor. Belekan yang terjadi pada hari ketiga sampai kelima disertai mata merah, kelopak mata bengkak, ada nanah bisa disebabkan penyakit. Belekan terus menerus yang terjadi setelah minggu pertama juga bisa jadi memerlukan obat sehingga perlu dikonsultasikan pada dokter.
Terkadang, ada bayi yang salah satu matanya selalu berair, waspada adanya penyumbatan saluran air mata yang disebut dacryostenosis. Keadaan akan lebih berat bila anak terkena batuk pilek atau udara dingin. Umumnya, pemijatan di area tersebut dapat meringankan gejala. Tetapi bila saluran air mata tetap tersumbat pada usia satu tahun, perlu operasi untuk membuka salurannya.

18. Pipi bayiku tak mulus
Beberapa bayi tak memiliki pipi yang mulus. Tampak kedua pipinya kemerahan dan berbintil-bintil, biasanya muncul pada bayi di atas usia sebulan atau dua bulan, 60% pada tahun pertama kehidupan. Orang bilang hal itu disebabkan terkena air susu. Sebenarnya bintil-bintil itu bisa menjadi petanda awal alergi pada si bayi yang disebut eksim susu. Keluhan tersebut bisa hilang dan timbul. Selain itu, bayi juga bisa amat terganggu karena rasa gatal. Biasanya dokter akan memberikan salep hidrokortison 1% untuk mengurangi gejala pada di pipinya, terkadang diberi pula obat yang diminumkan untuk mengurangi gatal.
Alergi pada bayi seringkali bersumber dari makanan, sehingga ibu perlu memperhatikan jenis susu yang diberikan. Bayi yang Minum ASI lebih kecil risikonya untuk mendapatkan eksim susu. Tapi ibu tetap harus memperhatikan makanannya karena dapat memasukkan zat penyebab alergi dalam ASI. Kalau pencetus alerginya sudah dihilangkan, keluhan di pipi pun akan menghilang dengan sendirinya.

19. Ruam bayi (erythema toxicum)
Tak perlu sedih bila kulit bayi Anda tidak mulus alias teraba kasar seperti digigiti nyamuk. Munculnya bintik-bintik berwarna kuning putih dengan warna kulit kemerahan, terkadang di ujung bintik terdapat nanah, terjadi pada 50% bayi normal. Jumlah bintik bisa banyak dan menyebar di seluruh tubuh atau mengumpul di beberapa tempat saja, bahkan telapak tangan dan kaki pun bisa terkena. Biasanya ruam bayi ini muncul pada minggu pertama kehidupan, dan kelamaan akan memudar. Penyebabnya tidak diketahui dan tidak dibutuhkan terapi apapun karena amat cepat menghilang.

20. Berat badannya tidak naik?
Pada minggu pertama kehidupannya, seorang bayi bisa menurun berat badannya. Penurunan hingga 10% dari berat badan lahir masih normal, setelah itu ia akan mengalami kenaikan berat badan dan harus kembali ke berat badan semula dalam 10-14 hari. Ibu tak perlu khawatir bayinya kekurangan susu bila berat badan bayi naik dan pada usia satu bulan, bayi sudah memiliki pola minum susu sendiri. Bila ibu merasa sudah semaksimal mungkin memberi susu bayi tetap kekurangan cairan, perlu dicurigai adanya kelainan, apakah teknik menyusui yang salah atau bayi yang sakit.

21. Gumoh lagi, gumoh lagi
Mengalirnya susu kembali ke mulut dalam jumlah sedikit, atau disebut regurgitasi (gumoh) umum terjadi pada bayi karena otot pencernaannya belum kuat sedangkan tekanan di lambungnya meningkat. Yang penting bagi ibu adalah membedakan apakah ini gumoh atau muntah. Muntah terjadi akibat tekanan dinding diafragma dan kontraksi otot perut hingga isi lambung keluar, jadi ada usaha dari bayi untuk mengeluarkan makanannya yang dilihat dari dorongan perut dan diafragma. Namun, ibu tak perlu khawatir selama anak tetap sehat dan berat badannya naik sesuai umurnya.
Bila muntahnya berwarna hijau atau disertai feses berdarah, ibu perlu segera membawa bayi ke dokternya untuk dicari penyebabnya. Muntah juga bisa menjadi gejala beberapa penyakit seperti radang selaput otak, radang telinga, radang pencernaan, infeksi saluran kemih, atau akibat tekanan otak meningkat. Bila hal ini terjadi, anak akan tampak sakit.
Untuk mengurangi gumoh, bisa dengan cara meninggikan posisi kepala bayi setelah makan, membuat formula lebih kental dengan menambahkan bubur, atau menyendawakannya. Bila hal itu tak juga mengurangi gumoh, ibu bisa mengkonsultasikannya ke ahli pencernaan anak.

22. Pup-nya kok cair ya
Setiap ibu perlu mengetahui pola buang air besar bayinya karena ada bayi yang pup setiap kali habis diberi susu. Jadi, bila bayi pup lebih encer, berair, atau lebih sering, ibu bisa mencurigainya terkena diare. Hitunglah berapa kali ia harus berganti popok, berapa kali pup, seperti apa fesesnya, bagaimana pola makannya, apakah minum antibiotik sebelumnya, ada muntah, demam, atau bayi tampak lemas. Dengan demikian, dokter akan mendapatkan gambaran yang jelas dan lebih tepat dalam mendiagnosis penyakitnya.

23. waduh, ada darah dalam pup-nya
Waspadai pula bila feses bayi Anda berdarah, mungkin disebabkan radang usus, alergi susu, diare akibat antibiotik, atau ususnya terpilin (intususepsi). Curigai adanya alergi susu bila perut bayi tampak kembung, diare disertai darah, dan feses keluar disertai kentut atau menyemprot.
Pada hari-hari pertama setelah lahir, feses bayi dapat pula mengandung darah berasal dari darah ibu yang tertelan saat persalinan, namun tentunya hal ini terjadi sebentar dan pup akan menjadi normal.

24.Kok pup-nya jarang ya?
Seringkali orang tua khawatir bila anak tidak buang air besar. Terkadang bisa satu minggu si kecil tidak pup. Bayi yang minum ASI cenderung lebih sedikit jumlah fesesnya daripada bayi yang minum susu formula dan bisa jadi lebih jarang pup. Bila anak jarang pup sejak lahir apalagi terlambat mengeluarkan feses pertamanya (mekonium), curigai adanya penyakit Hirschsprung, kekurangan hormon tiroid, atau ada kelainan pada anusnya. Penyakit Hischprung terjadi lebih sering pada bayi laki-laki dan harus dicurigai bila bayi tak juga mengeluarkan mekonium dalam 1-2 hari setelah lahir, umumnya disertai muntah dan perutnya kembung. Kekurangan hormon tiroid harus dicurigai bila bayi jarang pup, suhu badannya selalu dingin, ototnya lembek, sulit makan, dan suara tangisnya parau. Namun orang tua tak perlu khawatir bila bayinya jarang pup selama bayi tampak sehat.

Rujukan:

  • McCollough M, Sharieff GQ. Common Complaints in the first 30 days of life. Pediatric Emergency Medicine: Current Concept and Controversies. Feb 2002;20:1. P27-35
  • Nelson Textbook of Pediatric, 17th ed.
  • Renie MJ, Roberton NRC., editors. Textbook of Neonatology, 3rd ed.
Bersumber dari : www.anakku.net