Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 Desember 2012
10 Manfaat Cengkeh bagi Kesehatan
Jakarta - Ada banyak rempah-rempah yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan, salah satunya cengkeh. Cengkeh yang sering digunakan sebagi bumbu masakan ternyata dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun, hanya sedikit orang yang mengetahui manfaat ajaib dari cengkeh untuk kesehatan. Berikut ini beberapa manfaatnya, seperti dikutip dari Mag for Women.
1. Bernutrisi
Cengkeh adalah sumber nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh karena mengandung vitamin hingga nutrisi yang penting, seperti kalsium dan juga magnesium. Cengkeh yang berukuran kecil ini memiliki manfaat yang besar bagi tubuh karena memiliki kandungan energi yang besar dan juga mengandung serat yang baik bagi pencernaan.
2. Antibakteri dan Jamur
Cengkeh dapat menjadi cara yang alami untuk melawan bakteri yang membahayakan perut, dan melawan kuman pada mulut. Selain itu, eugenol yang terdapat pada cengkeh telah terbukti memiliki kandungan anti jamur, serta efektif dalam melawan penyakit kulit yang disebabkan oleh cacing cincin.
3. Mengandung Analgesik
Minyak cengkeh sering digunakan untuk mengobati gigi dan juga eksperimen yang baru-baru ini dilakukan membuktikan cengkeh memiliki kandungan anelgesik. Jadi jika mengalami sakit pada gusi, tak perlu lagi membeli obat di apotik, gunakan saja minyak cengkeh untuk meredakan rasa sakit Anda.
4. Zat Perangsang
Cengkeh dipercaya memiliki kandungan zat perangsang tradiosional. Meskipun belum ada klaim yang kuat mengenai hal tersebut, eksperimen yang baru-baru ini dilakukan menunjukan bahwa cengkeh memang memiliki kandungan zat perangsang. Selain itu cengkeh juga membantu kasus ejakulasi dini.
5. Baik untuk Pencernaan
Cengkeh merupakan salah satu makanan yang baik untuk pencernaan. Tidak hanya melawan kembung dan bisul, namun juga efektif meredakan mual dan gangguan pencernaan.
6. Baik untuk Kesehatan Jantung
Eugenol yang terkandung pada cengkeh berfungsi untuk mencegah pembekuan pada darah dan mencegah stroke. Hingga saat ini, para peneliti masih melakukan riset untuk mengetahui manfaat lain dari tanaman cengkeh bagi kesehatan jantung.
7. Melawan Kanker
Meskipun belum benar-benar dipastikan, namun studi menunjukkan bahwa cengkeh dapat menangkal penyakit kanker, terutama kanker kulit, paru-paru dan juga saluran pencernaan.
8. Anti Inflamasi
Flavonoid yang ditemukan dalam minyak cengkeh memiliki kandungan anti inflamasi yang yang dapat membantu pasien yang menderita rematik. Selain itu cengkeh juga dapat digunakan sebagai ekspektoran dalam menyembuhkan gangguan saluran pernafasan.
9. Anti Nyamuk
Cengkeh memiliki kandungan yang tidak disukai nyamuk. Gunakan cengkeh untuk mencegah Anda dari gigitan nyamuk yang menyebabkan malaria, demam berdarah, dan juga penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.
10. Meningkatkan Sistem Imun
Cengkeh dipercaya dapat meningkatkan sistem imun dan juga melawan seluruh penyakit mulai dari ringan hingga penyakit yang mematikan.
(rma/rma)
Bersumber dari : Kellie Karlina - wolipop
Rabu, 16 November 2011
Begini Cara Brokoli Mengalahkan Kanker
LONDON, KOMPAS.com — Julukan brokoli sebagai superfood bukanlah hal yang baru. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa sayuran yang satu ini memang memiliki sejenis kandungan alami yang dapat melawan sel kanker.
Berdasarkan kabar terbaru, para ahli di Inggris telah berhasil mengidentifikasi kandungan antikanker tersebut dan menjelaskan mekanisme zat ini berinteraksi dengan gen-gen yang bertanggung jawab dalam perkembangan kanker.
Seperti dipublikasikan dalam jurnal BioMed Central Molecular Cancer edisi terbaru, para ahli menguraikan bagaimana zat antikanker yang disebut sulforaphane ini bekerja. Secara sederhana, sulforaphane menetralkan sejenis gen yang disebut PTEN. Gen tersebut terlibat dalam pembentukan sel kanker prostat.
Dalam kondisi normal, PTEN akan menghambat perkembangan kanker. Akan tetapi, dalam sel-sel tertentu, gen ini justru menghilang dan inilah yang kemudian bakal memicu pertumbuhan penyakit kanker.
Hadirnya sulforaphane tampaknya mampu mengurangi pengaruh sel-sel yang kehilangan PTEN tersebut dan dapat mencegah kanker untuk tumbuh dan berkembang.
Kesimpulan ini diperoleh setelah para ilmuwan di Institute of Food Research Norwich Research Park melakukan serangkaian penelitian. Para ahli menggunakan jaringan prostat dari tubuh pria dan sel-sel kanker dari tikus. Penemuan ini tentu menjadi harapan baru bagi terciptanya suatu terapi bagi kanker prostat yang menyerang sekitar 36.000 pria setiap tahun.
Senin, 14 November 2011
Titik Cerah bagi Kanker Darah
Mendengar istilah Leukemia, mungkin darah anda berdesir. Bagaimana tidak, leukemia adalah nama keren dari kanker darah. Kanker? Membayangkannya saja begitu ngeri. Anda mungkin pernah mendengar istilah ini dan membayangkan leukemia identik dengan sakit yang amat parah dan tak bisa disembuhkan. Kabar
baiknya, tidak semua leukemia begitu.
Kanker terbanyak pada anak
Leukemia terjadi bila sel darah putih diproduksi berlebihan, sel yang berlebihan ini tidak berfungsi baik, justru akan menekan produksi sel darah merah atau sel trombosit yang penting dalam mencegah perdarahan.
Kanker yang terbanyak pada anak ini tak punya gejala khas hingga sering dideteksi terlambat, dan saat didiagnosis, penyakit sudah menyebar. Anak sering demam adalah gejala yang banyak dikeluhkan, diikuti anak bertambah pucat dan sering berdarah.
Sebenarnya leukemia anak banyak jenisnya, tetapi yang paling banyak dan paling bisa disembuhkan adalah leukemia limfoblastik akut, apalagi bila dideteksi sejak dini dan diobati sedini mungkin.
Sudah ada obatnya
Saat ini, pengobatan leukemia sudah sangat pesat. Lagi pula, potensi kesembuhan leukemia anak cukup tinggi dibandingkan leukemia orang dewasa hingga tidaklah perlu terlalu dikhawatirkan.
Bila anak dicurigai leukemia, serangkaian pemeriksaan haruslah dijalani. Salah satunya melakukan pemeriksaan sumsum tulang untuk memastikan jenis leukemia dan menentukan pengobatannya, yang paling utama adalah dengan kemoterapi.
Setelah menjalani kemoterapi, anak tak langsung dinyatakan sembuh, tetapi ia akan menjalani pengawasan selama sekitar 10 tahun untuk memastikan tak ada sel darah putih yang “nakal” lagi, barulah anak benar-benar dinyatakan sembuh.
Bila leukemia kambuh lagi atau tidak sembuh dengan kemoterapi, dapat dipertimbangkan transplantasi sumsum tulang.
Obat kemoterapi kanker tergantung dari jenis kankernya. Pada prinsipnya, kemoterapi menggunakan kombinasi beberapa obat dengan dosis disesuaikan dengan kondisi anak agar dapat membasmi sel kanker lebih banyak, tetap mempan, dan mengurangi efek samping.
Memang efek obat leukemia cukup berat, misalnya si kecil jadi mudah terserang infeksi, kekurangan cairan dan nutrisi, sariawan, gangguan pencernaan, dan rambut pun menjadi rontok. Mengingat berbagai efek tersebut, biasanya saat obat diberikan, anak harus menjalani berbagai terapi, mulai dari pencegahan infeksi dengan imunisasi, pemberian antibiotik (jika perlu), merawat di kamar tersendiri (isolasi). Dan yang juga tak boleh dilupakan adalah kecukupan nutrisi, mencegah kekurangan cairan, dan semua yang akan mendukung kesembuhannya. Itulah sebabnya, pengobatan kanker –selain obatnya yang mahal- menuntut biaya yang
besar, kesabaran dari orang tua, dan tempat perawatan yang baik.
Referensi:
Bersumber dari : www.anakku.net
baiknya, tidak semua leukemia begitu.
Kanker terbanyak pada anak
Leukemia terjadi bila sel darah putih diproduksi berlebihan, sel yang berlebihan ini tidak berfungsi baik, justru akan menekan produksi sel darah merah atau sel trombosit yang penting dalam mencegah perdarahan.
Kanker yang terbanyak pada anak ini tak punya gejala khas hingga sering dideteksi terlambat, dan saat didiagnosis, penyakit sudah menyebar. Anak sering demam adalah gejala yang banyak dikeluhkan, diikuti anak bertambah pucat dan sering berdarah.
Sebenarnya leukemia anak banyak jenisnya, tetapi yang paling banyak dan paling bisa disembuhkan adalah leukemia limfoblastik akut, apalagi bila dideteksi sejak dini dan diobati sedini mungkin.
Sudah ada obatnya
Saat ini, pengobatan leukemia sudah sangat pesat. Lagi pula, potensi kesembuhan leukemia anak cukup tinggi dibandingkan leukemia orang dewasa hingga tidaklah perlu terlalu dikhawatirkan.
Bila anak dicurigai leukemia, serangkaian pemeriksaan haruslah dijalani. Salah satunya melakukan pemeriksaan sumsum tulang untuk memastikan jenis leukemia dan menentukan pengobatannya, yang paling utama adalah dengan kemoterapi.
Setelah menjalani kemoterapi, anak tak langsung dinyatakan sembuh, tetapi ia akan menjalani pengawasan selama sekitar 10 tahun untuk memastikan tak ada sel darah putih yang “nakal” lagi, barulah anak benar-benar dinyatakan sembuh.
Bila leukemia kambuh lagi atau tidak sembuh dengan kemoterapi, dapat dipertimbangkan transplantasi sumsum tulang.
Obat kemoterapi kanker tergantung dari jenis kankernya. Pada prinsipnya, kemoterapi menggunakan kombinasi beberapa obat dengan dosis disesuaikan dengan kondisi anak agar dapat membasmi sel kanker lebih banyak, tetap mempan, dan mengurangi efek samping.
Memang efek obat leukemia cukup berat, misalnya si kecil jadi mudah terserang infeksi, kekurangan cairan dan nutrisi, sariawan, gangguan pencernaan, dan rambut pun menjadi rontok. Mengingat berbagai efek tersebut, biasanya saat obat diberikan, anak harus menjalani berbagai terapi, mulai dari pencegahan infeksi dengan imunisasi, pemberian antibiotik (jika perlu), merawat di kamar tersendiri (isolasi). Dan yang juga tak boleh dilupakan adalah kecukupan nutrisi, mencegah kekurangan cairan, dan semua yang akan mendukung kesembuhannya. Itulah sebabnya, pengobatan kanker –selain obatnya yang mahal- menuntut biaya yang
besar, kesabaran dari orang tua, dan tempat perawatan yang baik.
Referensi:
- Gatot D. Perkembangan onkologi anak di Indonesia. 50 tahun IDAI: Untuk mereka kita bekerja. Jakarta, 2005.
- Nelson’s pediatrics textbook. 15thed. USA. 1993
Bersumber dari : www.anakku.net
Kamis, 22 September 2011
5 Alasan Minum Teh Hijau Setiap Hari
VIVAnews - Teh hijau mengandung nutrisi yang dikenal dengan nama epigallocatechin gallate, atau EGCG. Sejak ribuan tahun lalu, teh hijau telah dimanfaatkan untuk kesehatan karena kandungan nutrisi dan antioksidan yang tinggi.
Tidak hanya itu, teh hijau membantu melangsingkan tubuh, dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Anda pasti akan jatuh cinta pada teh hijau jika mengetahui lima alasan utama mengapa harus minum teh hijau setiap hari.
1. Membakar lemak
Teh hijau bisa mengurangi lemak dalam tubuh. Kandungan EGCGnya yang aktif meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh. Jika Anda inging langsing, sering-seringlah minum teh hijau.
2. Mencegah perut buncit
Peneltian di Tufts University, Amerika Serikat, menujukkan EGCG dalam teh hijau mengaktifkan gen pembakar lemak di bagian perut. Gen tersebut bisa mempercepat penurunan berat badan hingga 77 persen.
3. Membuat energi stabil
Teh hijau membuat energi Anda tidak naik turun dengan menjaga keseimbangan gula darah. Zat EGCG meningkatkan penggunaan insulin dalam tubuh untuk mencegah lonjakan gula darah yang bisa menyebabkan kelelahan, lekas marah, dan hasrat untuk makanan tidak sehat cukup tinggi.
4. Mengurangi risiko kanker paru-paru
Teh hijau juga mengurangi risiko penyakit kanker paru-paru. Penyakit tersebut banyak dialami para warga perkotaan yang setiap hari menghirup polusi. Penelitian yang dipublikasikan pada April 2010 di Cancer Prevention Research, menunjukkan EGCG dapat menekan pertumbuhan sel kanker paru-paru.
5 Membuat Kulit cantik
Teh hijau juga bisa memperlambat penuaan kulit karena EGCG 200 kali lebih kuat daripada vitamin E dalam menghancurkan radikal bebas yang merusak kulit. Radikal bebas akan bereaksi dengan sel-sel sehat dalam tubuh, sehingga mengurangi jumlah kerusakan dan dapat membantu mengurangi keriput dan tanda-tanda penuaan lainnya. Untuk itu, pastikan sel tubuh dalam keadaan sehat dengan minum teh hijau setiap hari, agar bisa melawan radikal bebas. (umi)
By Petti Lubis, Mutia Nugraheni - Selasa, 1 Juni
Langganan:
Postingan (Atom)